Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi yang Efektif
Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Komunikasi yang Efektif
Terdapat
faktor-faktor yang mempengaruhi kelancaran dan hambatan dalam berkomunikasi
antara lain :
1.
Faktor
Pengetahuan
Semakin luas pengetahuan yang dimiliki
seseorang, maka ia semakin banyak perbendaharaan kata yang dapat memberikan
dorongan bagi yang bersangkutan untuk berbicara lebih lancar.
1.
Faktor
Pengalaman
Makin banyak pengalaman yang dimiliki seseorang, makin menyebabkan
seseorang terbiasa menghadapi sesuatu. Orang yang sering menghadapi massa,
sering berbicara di muka umum, akan lancar berbicara dalam keadaan apapun dan
dengan siapapun.
1.
Faktor
Intelegensi
Orang yang intelegensinya rendah, biasanya kurang lancer dalam
berbicara, karena kurang memiliki kekayaan perbendaharaan kata dan bahasa yang
baik. Cara berbicaranya terputus-putus, bahkan antara kata yang satu dengan
kata lainnya tidak/kurang adanya relevansi.
1.
Faktor
Kepribadian
Orang yang mempunyai sifat pemalu dan kurang pergaulan biasanya
kurang lancar berbicara.
1.
Faktor
Biologis
Kelumpuhan organ berbicara, dapat menimbulkan kelainan-kelainan,
seperti:
a.
Sulit
mengatakan kata desis (lipsing) karena ada kelainan pada rahang, bibir,
gigi.
b.
Berbicara
tidak jelas (sluring), yang disebakan oleh bibir sumbing, rahang, lidah
tidak aktif.
c. Berbicara ragu-ragu, gagap yang
disebabkan tidak biasa berbicara dengan orang banyak, sifat pemalu.
Sebuah riset
menunjukkan bahwa dalam komunikasi verbal, khususnya pada saat presentasi,
keberhasilan meyampaikan informasi 55% ditentukan oleh bahasa tubuh (body
language), postur, isyarat dan kontak mata – 38% ditentukan oleh nda suara
dan hanya 7% saja yang ditentukan oleh kata-kata (Mechribian dan Ferris seperti
dikutip oleh Endang Lestari dan MA. Mailiki). Riset lain juga menunjukkan bahwa
komunikasi akan lebih efektif apabila disampaikan secara bersamaan antara
bahasa lisan dengan bahasa tulisan.
Agar komunikasi non
verbal dapat dibangun dengan efektif, beberapa hal di bawah ini dapat menjadi
pertimbangan :
1.
Cara
berpakaian
Cara berpakian telah mengkomunikasikan siapa dan apa status
seseorang, baik dalam pekerjaan sehari-hari maupun dalam waktu-waktu tertentu
(rapat, kunjungan resmi/tidak resmi, pesta)
1.
Waktu
Dalam berkomunikasi hendaknya
memanfaatkan waktu sebaik-baiknya
1.
Tempat
Dalam berkomunikasi hendaknya memperhitungkan tempat yang tepat
untuk mencapai tujuan komunikasi kita.
Komunikasi didunia
kerja yang sering dilakukan adalah komunikasi intern antara atasan dan bawahan,
maupun dengan rekan sejawat. Komunikasi ke atas adalah komunikasi yang mengalir
dari tingkat yang lebih rendah (bawahan) ke tingkat yang lebih tinggi
(penyelia), biasanya berbentuk pertanyaan, feedback, saran/usulan.
Pentingnya komunikasi ke atas :
1.
Memberi
informasi berharga untuk pembuatan keputusan.
2.
Memberitahu
penyelia kapan bawahan siap menerima informasi.
3.
Mendorong
keluh kesah muncul ke permukaan sehingga penyelia tahu apa yang menganggu
mereka.
4.
Menumbuhkan
apresiasi dan loyalitas kepada organisasi dengan memberi kesempatan kepada
pegawai untuk mengajukan pertanyaan dan menyumbang gagasan.
5.
Mengizinkan
penyelia untuk menentukan apakah bawahannya memahami apa yang diharapkan dari
aliran informasi ke bawah.
6.
Membantu
pegawai mengatasi masalah pekerjaan mereka.
Sedangkan komunikasi
kebawah merupakan informasi mengalir dari jabatan berotoritas tinggi ke
otoritas lebih rendah. Informasi dari atasan ke bawahan biasanya berupa :
1.
Informasi
tentang bagaimana melakukan pekerjaan.
2.
Informasi
tentang dasar pemikiran untuk melakukan pekerjaan.
3.
Informasi
tentang kebijakan dan praktik organisasi.
4.
Informasi
tentang kinerja pegawai.
5.
Informasi
untuk mengembangkan rasa memiliki tugas (sense of mission)
Comments
Post a Comment