Pengertian Teknik Komunikasi
a.
Informative
communication (komunikasi informatif)
Informative
communication adalah suatu pesan yang disampaikan kepada seseorang atau
sejumlah orang tentang hal-hal baru yang diketahuinya. Teknik ini berdampak
kognitif pasalnya komunikan hanya mengetahui saja. Seperti halnya dalam
penyampaian berita dalam media cetak maupun elektronik, pada teknik informatif
ini berlaku komunikasi satu arah, komunikatornya melembaga, pesannya bersifat
umum, medianya menimbulkan keserempakan, serta komunikannya heterogen. Biasanya
teknik informative yang digunakan oleh media bersifat asosiasi, yaitu dengan
cara menumpangkan penyajian pesan pada objek atau peristiwa yang sedang menarik
perhatian khalayak.
Kendatipun demikian teknik informatif
ini dapat pula berlaku pada seseorang, seperti halnya kajian ilmu yang
diberikan oleh dosen kepada mahasiswa, namun bersifat relatif, pasalnya pada
kajian ilmu tertentu, sedikit banyak telah diketahui oleh mahasiswanya.
b.
Persuasif
communication (komunikasi persuasif)
Komunikasi persuasif
bertujuan untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku komunikan yang lebih
menekan sisi psikologis komunikan. Penekanan ini dimaksudkan untuk mengubah
sikap, pendapat, atau perilaku, tetapi persuasi dilakukan dengan halus, luwes,
yang mengandung sifat-sifat manusiawi sehingga mengakibatkan kesadaran dan kerelaan
yang disertai perasaan senang. Agar komunikasi persuasif mencapai tujuan dan
sasarannya, maka perlu dilakukan perencanaan yang matang dengan mempergunakan
komponen-komponen ilmu komunikasi yaitu komunikator, pesan, media, dan
komunikan. Sehingga dapat terciptanya pikiran, perasaan, dan hasil
penginderaannya terorganisasi secara mantap dan terpadu. biasanya teknik ini
afektif, komunikan bukan hanya sekedar tahu, tapi tergerak hatinya dan
menimbulkan perasaan tertentu.
c.
Coersive/
instruktive communication(komunikasi bersifat perintah)
Komunikasi instruktif
atau teknik komunikasi berupa perintah, ancaman, sangsi dan lain-lain yang
bersifat paksaan, sehingga orang-orang yang dijadikan sasaran (komunikan)
melakukannya secara terpaksa, biasanya teknik komunikasi seperti ini bersifat
fear arousing, yang bersifat menakut-nakuti atau menggambarkan resiko yang
buruk. Serta tidak luput dari sifat red-herring, yaitu interes atau muatan
kepentingan untuk meraih kemenangan dalam suatu konflik ,perdebatan dengan
menepis argumentasi yang lemah kemudian dijadikan untuk menyerang lawan. Bagi
seorang diplomat atau tokoh politik teknik tersebut menjadi senjata andalan dan
sangat penting untuk mempertahankan diri atau menyerang secara diplomatis.
d.
Human
relation (hubungan manusia)
Hubungan manusiawi
merupakan terjemahan dari human relation. Adapula yang mengartikan hubungan
manusia dan hubungan antar manusia, namun dalam kaitannya hubungan manusia
tidak hanya dalam hal berkomunikasi saja, namun didalam pelaksanaannya
terkandung nilai nilai kemanusiaan serta unsur-unsur kejiwaan yang amat
mendalam. Seperti halnya mengubah sifat, pendapat, atau perilau seseorang. Jika
ditinjau dari sisi ilmu komunikasi hubungan manusia ini termasuk kedalam
komunikasi interpersonal, pasalnya komunikasi yang berlangsung antara dua orang
atau lebih dan bersifat dialogis.
Comments
Post a Comment